Senin, 24 September 2012

LAPORAN PRAKTIKUM LARUTAN


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kata larutan (solution) sering dijumpai.  Larutan merupakan campuran homogen antar dua atau lebih zat berbeda jenis.  Ada dua komponen utama pembentukan larutan, yaitu zat terlarut (solution), dan pelarut  (solvent).  Fasa larutan dapat berupa fasa gas, cair, atau fasa padat bergantung pada sifat kedua komponen pembentukan larutan.  Apabila fase larutan dan fase zat-zat pembentukannya sama, zat yang berada dalam jumlah terbanyak umumnya disebut pelarut sedangkan zat lainnya sebagai zat terlarutnya. (http//www.solutio blogspot)
Larutan merupakan sediaan cair yang mengandung bahan kimia terlarut. Sediaan obat berbentuk larutan atau dalam farmasetika disebut sediaan cair misalnya sirup, spirit, eliksir, air aromatik, tingtur, infusa dll. Selain itu larutan sebagai obat luar misalnya losio dan larutan otik. Sediaan obat berbentuk larutan, merupakan campuran homogen dimana zat aktifnya terdistribusi secara merata sehingga dosis dapat diberikan dengan tepat. (http//www.solutio blogspot)

Faktor utama pemilihan penggunaan obat bentuk sediaan cair khususnya larutan yaitu lebih mudah ditelan dibandingkan dengan bentuk sediaan padat seperti tablet atau kapsul, sehingga lebih cocok untuk pemberian pada bayi, anak-anak, dan usia lanjut yang susah menelan obat dalam bentuk kapsul atau tablet. Sediaan tablet atau kapsul dihindari untuk anak kurang dari 5 tahun. Disamping itu, larutan juga memberikan efek yang lebih cepat karena obat cepat di absorbsi tanpa mengalami proses disintegrasi dan pelarutan karena sudah berada dalam bentuk larutan. Untuk pemakaian luar , larutan lebih mudah digunakan. Namun ada beberapa obat yang tidak stabil atau mudah rusak bila dibuat dalam larutan, sehingga harus selalu dibuat baru bila akan digunakan.(anonim.2011)
Penggunaan obat dalam bentuk sediaan cair sangat dibutuhkan oleh masyarakat terutama bagi bayi, anak-anak dan orang tua yang sulit mengkonsumsi obat dalam bentuk padat. (http//www.solutio blogspot)
B.     Permasalahan & Penyelesaian Masalah
1.  R/ Solutio Acidi Borici
Permasalahan                       : Menentukan kadar Acidi Borici dalam larutan
Penelesaian Masalah            : Dalam menentukan Acidi Borici dalam larutan dengan melihat FMS dimana tercantum didalamnya Acidi Borici 3% yang akan dilakukan sesuai resep yang diminta.
2.  R/ Solutio Camphorae Spirituosa
Permasalahan                       : - Solutio dengan pelarut non aqua
                                                     - Mengubah berat pelarut ke volume
Penyelasaian Masalah                      : Satu bagian Camphora spiritus diencerkan dengan 70 bagian air yang merupakan campuran jernih  karena kelarutan Champhora adalah 1: 700.
Mengubah berat spiritus ke volume dengan menghitung BJ spiritus lalu berat spiritus dibagi BJ spiritus.
3.  R/ Solutio Iodii Aquasa
Permasalahan                : - Bahan aktif sukar larut dalam air
Penyelesaian Masalah   : - Iodium ditambahkan Kalii Iodida yang akan
      terbentuk senyawa rangkap.
4.      R/ Potio Alba Contra Tussim
Permasalahan                : - Solutio Formula Officinalis
-   Mengganti minyak menguap menjadi aqua aromatika
-   Meracik SASA dalam sediaan cair
Penyelesaian Masalah  : - Solutio Formula Officinalis adalah resep yang
dikerjakan dengan melihat panduan yang dikeluarkan oleh pemerintah diantaranya: Formularium Indonesia, Formularium Nasional, FMS, Farmakope Belanda edisi IV dan Farmakope Indonesia edisi III
Pada resep terdapat Oleum Menthae PIP yang diganti dengan Aqua Menthae PIP, sebab dalam resep ini pelarut yang digunakan yaitu Aqua destillata. Dimana minyak tidak dapat larut dengan Aqua Menthae PIP.
Dalam meracik SASA dalam sediaan cair akan mengalami pengendapan, sehingga perlu adanya pengolesan pada botol yang akan digunakan atau botol dilapisi Sirup Simplex. Hal ini dapat mengurangi pengendapan, SASA dalam botol sehingga SASA dapat tepat campur dengan larutan yang lain dalam sediaan obat cair tersebut.
5.      R/ Gargarismakan Sine Acid Salicylic
Permasalahan              : - Melarutkan zat yang akan mengendap kembali bila ada pengenceran (ZnCl2)
-   Mengetahui persyaratan solutio (ZnCl22)
Penyelesaian masalah   : - ZnCl2 dimasukkan terakhir untuk mencegah
terjadinya pengendapan kembali dan setelah dimasukkan dalam larutan kemudian dikocok.
6.  R/ Elixir Paracetamol SF
Permasalahan                : -
Penyelesaian masalah   : -

 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar