Senin, 24 September 2012

LAPORAN PRAKTIKUM LARUTAN


BAB II
LANDASAN TEORI
Menurut Farmakope Indonesia edisi III halaman 32, larutan adalah sediaan cair yang mengandung bahan kimia terlarut. Kecuali dinyatakan lain, sebagai pelarut digunakan air suling.
Menurut FI IV, solutiones atau larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang terlarut. Larutan terjadi jika sebuah bahan padat tercampur atau terlarut secara kimia maupun fisika ke dalam bahan cair. Larutan dapat digolongkan menjadi larutan langsung (direct) dan larutan tidak langsung (indirect).
Larutan langsung adalah larutan yang terjadi semata-mata karena peristiwa fisika, bukan peristiwa kimia. Misalnya, NaCl dilarutkan ke dalam air atau KBr dilarutkan ke dalam air, jika pelarutnya (air) diuapkan, maka NaCl atau KBr diperoleh kembali. (http//www.larutan blogspot)
            Larutan tidak langsung adalah larutan yang terjadi semata-mata karena peristiwa kimia bukan peristiwa fisika. Misalnya jika Zn ditambahkan H2SO4, maka akan terjadi reaksi kimia menjadi larutan ZnSO4 yang tidak dapat kembali menjadi Zn dan H2SO4. (http//www.larutan blogspot)
            Suatu larutan dapat pula digolongkan menjadi larutan mikromolekuler, miseler dan makromolekuler tergantung ukuran molekul atau ion yang terlarut. (anonim.2011)
Menurut FI IV, bentuk sediaan larutan dapat digolongkan menurut cara pemberiannya, yaitu larutan oral dan larutan topikal, atau digolongkan berdasarkan sistem pelarut dan zat terlarut.
·      Penggolongan sediaan larutan menurut cara pemberiannya:
1.         Larutan Oral adalah sediaan cair yang dibuat untuk pemberian oral, mengandung satu atau lebih zat dengan atau tanpa bahan pengaroma, pemanis atau pewarna yang larut dalam air atau campuran kosolven-air.
a. Sirop adalah larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain dalam kadar tinggi (sirop simpleks adalah sirop yang hampir jenuh dengan sukrosa)
b.Eliksir adalah larutan oral yang mengandung etanol sebagai kosolven (pelarut). Untuk mengurangi kadar etanol yang dibutuhkan sebagai pelarut, dapat ditambahkan kosolven lain seperti gliserin dan propilenglikol. (http//www. Larutan blogspot)

2.         Larutan topical adalah larutan yang biasanya mengandung air, tetapi seringkali mengandung pelarut lain seperti etanol dan poliol untuk penggunaan pada kulit, atau dalam larutan lidokain oral topical untuk penggunaan pada permukaan mukosa mulut. (http//www.larutan blogspot)


·      Penggolongan larutan berdasarkan sistem pelarut dan zat terlarut:
1.         Spirit adalah larutan yang mengandung etanol atau hidroalkohol dari zat mudah menguap, umumnya digunakan sebagai bahan pengaroma.
2.         Tingtur adalah larutan yang mengandung etanol atau hidroalkohol yang dibuat dari bahan tumbuhan atau senyawa kimia.
3.         Air aromatik adalah larutan jernih dan jenuh dalam air, dari minyak mudah menguap atau senyawa aromatik, atau bahan mudah menguap lainnya. (http//www.larutan blogspot)
·      Keuntungan dan kerugian bentuk sediaan larutan
Keuntungan:
1.      Merupakan campuran homogen.
2.      Dosis dapat diubah-ubah dalam pembuatan.
3.      Dapat diberikan dalam larutan encer, sedangkan tablet atau kapsul sulit diencerkan.
4.      Kerja awal obat lebih cepat karena obat cepat diabsorbsi.
5.      Mudah diberi pemanis, pewangi, dan pewarna, dan hal ini cocok untuk pemberian pada anak-anak.
6.      Untuk pemakaian luar, bentuk larutan mudah digunakan.



Kerugian:
1.      Volume bentuk larutan lebih besar.
2.      Ada obat yang tidak stabil dalam larutan.
3.      Ada obat yang sukar ditutupi rasa dan baunya dalam larutan.\
·      Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan
Beberapa faktor yang mempengaruhi kelarutan adalah sebagai berikut:
1.      Suhu dan tekanan
Kebanyakan bahan kimia menyerap panas  bila dilarutkan (panas larutan negatif) yang menyebabkan bila suhu dinaikkan terjadi peningkatan kelarutan bahan kimia. Tetapi sebagian kecil bahan kimia ada juga berkurang kelarutannya karena kenaikan suhu (panas larutan positif) contohnya kalsium hidroksida, kalsium hypophospat.
2.      Ukuran partikel.
Semakin kecil ukuran partikel akan semakin luas permukaan yang kontak dengan pelarut sehingga makin cepat proses melarut.
3.      Pengadukan.
Semakin kuat pengadukan akan semakin banyak pelarut tak jenuh yang bersentuhan dengan obat, sehingga makin cepat terbentuk larutan



4.      Polaritas.
Molekul sejenis akan saling berikatan. Senyawa organik lebih mudah larut dalam pelarut organik. Molekul bersifat polar akan mudah larut dalam pelarut polar juga, begitu juga sebaliknya.
5.      Konsolven
Komposisi campuran pelarut menentukan kelarutan zat terlarut.

6.      Salting out
Kelarutan suatu garam dalam air dapat berkurang karena penambahan suatu garam yang lebih baik sifat kelarutannya. Contohnya larutan garam quininum dan papaverium dapat berkurang kelarutannya oleh penambahan kalium, natrium atau ammonium halogenida
7.      Salting in
Peningkatan kelarutan bahan organik pada saat penambahan garam.

8.      Berat molekul
Kelarutan dalam air berkurang dengan naiknya berat molekul.
9.      PH pelarut
Asam lemah atau basah lemah bereaksi dengan baik dengan asam kuat maupun basa kuat membentuk garam yang dapat larut dengan air. (http//www.larutan blogspot)

·         Istilah kelarutan
Istilah kelarutan
Jumlah bagian pelarut yang di perlukan untuk melarutkan
Sangat mudah larut
Mudah larut
Larut
Agak sukar larut
Sukar larut
Sangat sukar larut


Praktis tidak larut
< 1 bagian
1 – 10
10 – 30
30 – 100
100 – 1000
1000 – 10.000
> 10.000

(IMO Hal.96)






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar